by

Mengeksplorasi Pantai Kuta Lombok

Apa yang kita pikirkan ketika mendengar nama Kuta? Pasti kita akan berpikir ke Pulau Bali. Padahal daerah Kuta tidak hanya ada di Pulau Bali saja. Di Pulau Lombok juga ada daerah Kuta. Pantai Kuta Lombok tidak berbeda jauh dengan Kuta yang ada di Pulau Bali. Daerah Kuta yang ada di Pulau Lombok adalah daerah yang tidak boleh dilewatkan ketika berada di Pulau Lombok. Di sini para wisatawan bisa menikmati indahnya pantai cantik dengan hamparan pasir putih dan laut yang biru.

Fasilitas di Pantai Kuta Lombok

pantai kuta lombok
pantai kuta lombok

Kita tidak perlu merasa khawatir jika kita berkunjung ke Pantai Kuta Lombok karena di pantai ini semua fasilitas sudah tersedia. Kita bisa menemukan kamar mandi, mushola, tempat makan dan halaman parkir yang luas. Di sekitar pantai juga terdapat hotel dari yang murah sampai hotel berbintang yang bisa menjadi tempat menginap para wisatawan. Beberapa hotel yang paling mudah dijangkau dari pantai ini adalah Hotel Segare Anak, Hotel Kutamara, Kies Villa, Hotel Kuta Indah dan masih banyak lagi.

Dari Pantai Kuta Lombok kita bisa pergi mengunjungi objek wisata lain yaitu Pantai Tanjung Aan. Pantai Tanjung Aan bisa ditempuh dengan waktu sekitar 20 menit dari pantai ini menggunakan kendaraan umum seperti ojek atau angkot.

Upacara Bau Nyale di Pantai Kuta Lombok

festival bau nyale
festival bau nyale

Hal unik yang hanya bisa ditemukan di Pantai Kuta Lombok adalah upacara Bau Nyale. Upacara Bau Nyale adalah upacara yang diadakan oleh suku Sasak yang tinggal di Desa Kuta. Dalam bahasa Sasak kata “Bau” diartikan sebagai menangkap dan kata “Nyale” diartikan sebagai cacing laut. Sehingga, upacara Bau Nyale disebut juga dengan upacara menangkap cacing laut yang habitatnya berada di lubang batu karang yang ada di bawah permukaan air laut. Upacara Bau Nyale biasanya diadakan pada bulan Februari dan Maret di pantai-pantai yang ada di Desa Kuta, misalnya Pantai Kuta Lombok.

Upacara Bau Nyale adalah upacara adat yang sangat sakral bagi suku Sasak yang menghuni bagian selatan dari Kabupaten Lombok Tengah, seperti di Desa Kuta. Upacara Bau Nyale diadakan berdasarkan cerita rakyat yang berkembang di daerah tersebut. Konon, nyale atau cacing laut yang diburu oleh penduduk lokal Desa Kuta adalah bentuk jelmaan dari seorang putri yang cantik jelita bernama Putri Mandalika. Dulunya Putri Mandalika yang cantik jelita itu selalu diperebutkan oleh para pangeran yang berasal dari kerajaan-kerajaan yang ada di Pulau Lombok.

Saking banyaknya pangeran yang ingin mempersuntingi Putri Mandalika menjadi bingung. Suatu hari dia mengundang semua pangeran yang ingin meminangnya dan juga rakyatnya ke Pantai Kuta Lombok. Dia berdiri di atas batu yang ada di pinggir pantai dan meloncat ke dalam laut. Semua orang mencarinya namun jasad Putri Mandalika tidak pernah muncul. Pencarian Putri Mandalika yang hilang itu kemudian menjadi tradisi Bau Nyale.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *